SATU, DUA, DAN HANYA TIGA SISWAKU

satu dari tiga muridku yang datang ke sekolah (doc. pribadi)

satu dari tiga muridku yang datang ke sekolah (doc. pribadi)

Pulau Tagulandang, tempat ku mengabdikan segenap ilmu di tanah rantau ini bukan hanya masuk dalam jajaran pulau terdepan, terluar, dan tertinggal. Tetapi merupakan daerah yang bisa dibilang rawan bencana alam seperti gempa, angin kencang, dekat gunung berapi yang masih aktif yang kadang menghawatirkan, serta hujan lebat.
Dalam enam bulan terakhir telah terjadi tak kurang dari belasan gempa dari kekuatan ringan hingga sedang. Selain itu angin kencang sering menumbangkan pohon-pohon di pinggir-pinggir jalan.

Gempa yang terjadi di sekolahku suatu kali menumpahkan buku-buku dari rak, menumpahkan teh dari cangkir, dan menjatuhkan LCD komputer dari meja. Sehingga, tak heran kalau warga masyarakat lebih sering tidak mengijinkan putera-puterinya bersekolah saat cuaca tidak menentu. Suatu hari, dari keenam kelas hanya ada tiga orang siswa yang masuk sekolah.

Tiga orang siswaku ini datang dengan baju yang setengahnya basah, aku tersenyum dan bertanya pada ketiganya saat hujan mulai reda, “masih semangat belajar”? “Suka Ibu,” jawab mereka serentak. Sehingga, hampir melelehlah air mataku dibuatnya, sehingga betapapun hanya tiga orang siswa, aku tetap mengajar mereka dengan semangat yang besar. Sungguh, dalam tubuh sekecil itu, anak-anak ini menyimpan keberanian yang besar melawan kekhawatiran atas bencana-bencana tak terduga untuk menuntut ilmu. Terima kasih, kalianlah inspirasiku.

Advertisements

5 thoughts on “SATU, DUA, DAN HANYA TIGA SISWAKU

  1. Salam kenal dari Jakarta, boleh tau nama kab/kota dan provinsi nya? Kok beritanya belum ada di media masa ya. Semoga seperti sedia kala, sejahtera dan bahagia selalu.

    Liked by 1 person

  2. Salam kenal juga, saya dari Pasuruan Jawa Timur, nama kabupatennya kaupaten kepulauan siau tagulandang biaro, lokasi sekolah saya, di pulau tagulandang, dan di kampung bawoleu tagulandang utara. Kalau media masa bisa jangkau ya enak, lokasi nya susah di jangkau dan jauh dari kecamatan, tidak ada sinyal dan tempatnya berupa lembah yang dikelilingi gunung dan pegunungan. lain waktu saya ceritakan bagaimana menjanngkau sekolah kami ini.

    Like

  3. Terima kasih. Insya Allah, saya nanti baca.
    Judul blog yang bagus. Jejak peradaban masa lalu ada prasasti dan bangunan batu seperti candi, sedangkan jejak peradaban masa kini tiada, maka masa depan hanya beranggapan masa kini adalah peradaban yang hilang, walau sama-sama peradaban akhir zaman.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s