Indahnya Sketsa Pagi dan Perpaduan 3 Keindahan Alam  di Dermaga Tagulandang

DSCF9539

Pemandangan Laut dan Langit Seolah Bertemu pada Satu Garis (Dok. Pribadi)

Dermaga adalah salah satu tempat favorit yang selalu saja menarik untuk di kunjungi di Pulau Tagulandang. Untuk sampai di Dermaga ini dari Kota Manado, kita bisa menaiki kapal cepat (tiketnya sekitar 100-175 ribu rupiah. Harga tiket cenderung cepat berubah). Saat pagi hari, dermaga seolah disulap menjadi tempat wisata gratis yang dikunjungi warga sekitar. Mereka akan datang untuk jalan-jalan, berlari pagi, memancing ikan, melihat kesibukan satu dua kapal di pagi hari, atau sekedar berteriak meluapkan perasaan.

Lebih dari itu dermaga mempunyai banyak arti bagi orang yang mengunjunginya. Mengunjungi dermaga bisa berarti menjemput kedatangan ataupun melepas kepergian. Antara terobatinya rindu yang mendera, atau sebaliknya menumbuhkan rindu baru pada diri seseorang.

Semakin pagi, semakin indah pemandangan di sekitar dermaga. Sejauh mata memandang ada beberapa keindahan alam yang tidak boleh dilewatkan. Beberapa spot indah yang dapat dinikmati di sekitar dermaga adalah pemandangan Gunung Api Ruang, pemandangan langit dan laut, atau perbukitan .

  1. Romantisme Langit dan Laut

Di dermaga ini kita dapat melihat langit dan lautan menyatu pada satu garis di kejauhan. Awan pun seolah berada tepat di hadapan kita. Sehingga tidak perlu mendongak ke atas untuk melihatnya. Syahdu sekali perpaduan langit, awan, lautan, dan ombak-ombak kecil diikuti mentari yang masih malu-malu pancaran sinarnya. Melihat pemandangan ini saya kadang menerka-nerka. Mungkin saja langit dan lautan adalah dua makhluk Tuhan yang berpasangan. Karena warna laut dengan putih ombak, terkadang serupa dengan warna langit dengan putih awan. Sehingga, serupa melihat dua orang yang memakai baju couple (pasangan) :). Di dermaga ini kita juga bisa melihat pulau-pulau lain yang letaknya tidak berjauhan.

Jernihnya Air Laut di Dermaga Tagulandang (Dok. Pribadi)

Jernihnya Air Laut di Dermaga Tagulandang (Dok. Pribadi)

Tidak hanya itu, air laut di daerah ini masih bersih dan jernih. Sehingga, dari atas kita bisa melihat apa saja yanag ada di bawah laut. Termasuk batu-batuan dan ikan-ikan yang ada di dalamnya.

  1. Kokohnya Gunung Api Ruang
Gunung Api Ruang Dilihat dari Dermaga Tagulandang (Dok. Pribadi)

Gunung Api Ruang Dilihat dari Dermaga Tagulandang (Dok. Pribadi)

Gunung Ruang di pagi hari terlihat hijau, melengkapi indahnya panorama dermaga di pulau ini. Sehingga tidak heran, foto dengan background gunung menjadi favorit pengunjung dermaga. Gunung ruang sama sekali tidak terlihat berbahaya. Meski begitu, kita harus tetap memperhatikan peringatan dari pemerintah tentang status gunung. Saat saya di pulau ini gunung ruang sempat berstatus “waspada” pada Maret 2015 lalu. Meski sejak meletus pada tahun 2002 pemerintah melarang ditempatinya daerah sekitar gunung. Toh, warga memilih tetap kembali dan tidak peduli meski ketinggian letusan gunung mencapai 20 km.

  1. Perbukitan Hijau

Perbukitan hijau dapat dilihat di bagian utara Pulau Tagulandang. Bukit-bukit itu sebagian besar area yang dilindungi, tidak boleh ditebang. Di dalamnya terdapat pohon-pohon besar yang akarnya mengeluarkan air. Dan air inilah yang digunakan untuk sumber kehidupan warga sekitar. Mereka menyebutnya air pohon.  Nah, lokasi tempatku bertugas berada dibalik bukit ini.

Megahnya Bukit-Bukit Hijau di Pulau Tagulandang (Dok. Frisil Bawoleh)

Megahnya Bukit-Bukit Hijau di Pulau Tagulandang (Dok. Frisil Bawoleh)

Selain keindahan pemandangan, dermaga ini juga dikunjungi karena ada jaringan komunikasi. Meski cuma satu atau dua batang, itu sangat berarti. Menelepon sambil menikmati pemandangan indah dengan back sound debur ombak dan bunyi peluit kapal sangat menyenangkan. Tidak percaya? Silahkan dicoba. Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia 🙂

Advertisements

10 thoughts on “Indahnya Sketsa Pagi dan Perpaduan 3 Keindahan Alam  di Dermaga Tagulandang

  1. Pingback: Mengeksplorasi Keindahan Pantai Toka Kecil : Pilih Jalan Darat atau Laut ? | JEJAK LANGKAH

  2. Pingback: Sain Widianto: Alasan Generasi Muda Perlu Andil Mengajar di Pelosok Negeri | JEJAK LANGKAH

  3. Pingback: Universitas Muhammadiyah Malang :  Kembali Merekam Kenangan & Sisi-Sisi Indah Kampus Putih | JEJAK LANGKAH

  4. Pingback: Destinasi Impian : Episode Perjalanan di Pedalaman Sulawesi Utara | JEJAK LANGKAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s